JAHE MERAH MAMPU ATASI ASAM URAT, 6 MANFAAT JAHE MERAH

Jahe merah memiliki cita rasa yang pedas dan bersifat hangat. Umumnya jahe merah dikonsumsi dengan cara diseduh dengan air panas. Wedang jahe merah nikmat diminum saat malam hari atau saat udara sedang dingin.

Jahe merah populer dalam dunia pengobatan herbal. Alasannya, rempah-rempah yang satu ini kaya akan minyak asiri. Minuman jahe banyak digemari oleh masyarakat Indonesia.Pandemi Covid-19 juga membuat banyak minuman rempah seperti jahe semakin banyak dikonsumsi.

Jika Anda penyuka minuman jahe, mencoba mengonsumsi jahe merah mungkin bisa dijadikan pilihan.Seperti diberitakan Kompas.com (29/04/2020), selain rasanya lebih pedas, jahe merah (Zingiber officinale var. Rubrum) juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan dan sering digunakan sebagai tanaman obat. Tanaman ini berwarna merah dan ukurannya lebih kecil dari jahe putih/kuning (jahe badak).

Khasiat

Ada berbagai manfaat jahe merah untuk kesehatan, antara lain:

1. Menjaga daya tahan tubuh

Mengutip ulasan pada situs lipi.go.id, Kepala Kelompok Penelitian Center for Drug Discovery and Development, Pusat Penelitian Bioteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Masteria Yunovilsa Putra menjelaskan, mengonsumsi jahe merah dapat menjadi langkah pencegahan penyakit melalui peningkatan daya tahan tubuh. Untuk mendapatkan khasiatnya, jahe merah dapat dikonsumsi baik sebagai bumbu makanan maupun dikonsumsi sebagai minuman atau jamu. Kandungan jahe merah, khususnya gingerol dan shogaol, merupakan senyawa yang bertanggung jawab atas efek immunomodulator untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Jahe merah juga diketahui memiliki efek antiinflamasi dan antioksidan, sehingga bisa membantu meredakan gejala penyakit yang berkaitan dengan aktivitas peradangan atau inflamasi.

 

2. Mencegah masalah pencernaan

Menurut Hello Sehat, ekstrak jahe merah dapat melindungi sistem pencernaan dari bakteri, sehingga dapat membantu mencegah masalah pencernaan, seperti sakit perut. Agen antibakteri yang terkandung dalam jahe dapat melawan bakteri jahat, seperti Escherichia coli, Salmonella enteriditis, dan Staphylococcus aureus.

 

3. Mengurangi nyeri otot dan sendi

Manfaat jahe merah untuk mengurangi peradangan didukung oleh sejumlah penelitian. Seperti dikutip Hello Sehat, salah satu penelitian dilakukan pada atlet sepak takraw. Penelitian tersebut menemukan bahwa pemberian ekstrak jahe selama 10 hari dapat mengurangi nyeri otot pada para atlet sepak takraw. Penelitian lain yang diterbitkan oleh American College of Rheumatology juga membuktikan bahwa ekstrak jahe dapat membantu mengurangi gejala osteoarthritis, seperti nyeri otot. Salah satu penelitian lain bahkan menyebut bahwa jahe lebih efektif mengurangi peradangan di dalam tubuh ketimbang obat antiinfalamsi non streoid (NSAID). Selain itu, jahe merah juga diyakini mengandung oleoresin yang lebih tinggi dari jahe lainnya, di mana oleoresin juga dapat bekerja sebagai antiperadangan.

 

4. Memperbaiki gairah seksual

Jahe merah juga dikenal sebagai obat tradisional yang kerap dimanfaatkan untuk mengatasi masalah gangguan seksual pria. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada menemukan bahwa minyak esensial jahe merah memiliki efek afrodisiak. Meski begitu, efeknya disebut tidak sedahsyat pasak bumi. Afrodisiak sendiri merupakan zat kimia yang digunakan merangsang daya seksual dengan cara meningkatkan serta melancarkan sirkulasi aliran darah dalam tubuh. Apabila sirkulasi darah meningkat, maka kemungkinan aliran darah di daerah lemin juga meningkat. Alhasil, pria pun memungkinkan untuk mengalami ereksi. Di samping itu, penelitian lain juga menemukan bahwa rempah satu ini juga mengandung antioksidan dan memiliki aktivitas androgenik. Hal tersebut membuat jahe merah diyakini dapat meningkatkan jumlah hormon testosteron sehingga dapat meningkatkan kesuburan pria.

 

5. Mengatasi asam urat

Arthritis gout, alias penyakit asam urat merupakan sebuah kondisi yang terjadi ketika asam urat mengalami penumpukkan di persendian, sehingga menyebabkan peradangan dan timbulah nyeri. Jahe merah dapat membantu mengurangi peradangan di sendi dan membuang tumpukan asam urat dengan memperlancar sirkulasi darah. Alhasil, tingkat asam urat yang semulanya tinggi bisa berangsur-angsur menurun ke dalam tahap yang normal. Penelitian lain juga menemukan hal yang serupa. Berdasarkan penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Scientific dan Technology pada tahun 2017, diketahui bahwa kompres jahe merah yang dilakukan sehari sekali secara rutin dapat membantu mengurangi skala nyeri asam urat yang dialami pasien lansia.

Para peneliti meyakini bahwa kompres jahe merah dapat mengurangi peradangan dengan cara menurunkan kadar prostaglandin dan leukotrien pasien lansia dengan penyakit asam urat. Meski terbukti membantu menurunkan kadar asam urat yang tinggi dalam tubuh, masih dibutukan penelitian lanjutan dengan cakupan yang lebih luas sekaligus indikator yang lebih mendetail guna memastikan manfaat jahe merah yang satu ini.

 

6. Mengurangi morning sickness

Mengutip SehatQ, minum air rebusan jahe merah sudah dikenal lama sebagai pereda mual, baik yang disebabkan oleh mabuk laut, pascaoperasi, maupun kemoterapi. Sebuah studi juga menunjukkan bahwa air jahe efektif meredakan mual pada ibu hamil di trimester pertama alias morning sickness. Meski demikian, ibu hamil sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum minum air jahe terlalu banyak. Beberapa orang percaya bahwa konsumsi air jahe saat hamil muda bisa menyebabkan keguguran, meski klaim ini sebetulnya belum memiliki landasan yang ilmiah.

 

Saran pengolahan

Manfaat jahe merah dapat diperoleh dengan berbagai cara pengolahan. Mulai dari diolah menjadi minuman jahe, ditambahkan ke dalam makanan, dijadikan ginger shot, hingga digunakan sebagai minyak esensial. Kini juga sudah tersedia banyak minuman jahe merah yang sudah diolah menjadi minuman siap seduh. Menurut SehatQ, olahan paling populer adalah menjadikan rimpang jahe sebagai bahan baku minuman, seperti wedang jahe, sekoteng, bandrek, jamu, dan lainnya. Salah satu cara pengolahannya adalah dijadikan wedang jahe.

 

Cara membuatnya adalah sebagai berikut:

Siapkan bahan-bahan berupa 400 ml air, 100 gram jahe, 1 ruas jari kayu manis, 1 batang serai, dan 3 sendok makan gula jawa (sisir).
Ambil batang serai dan geprek.
Siapkan kayu manis.
Didihkan air, masukkan jahe, serai, kayu manis.
Masak dengan api kecil, masukkan gula jawa.
Cek rasa dan sajikan.
Sementara itu, jika ingin mencoba mengolah sekoteng jahe, berikut tahapannya:
Siapkan 1 liter air, 2 sdm gula merah, sisir kasar, 2 ruas jahe merah yang telah digeprek atau dimemarkan, 2 batang serai yang telah dimemarkan, dan 2 lembar daun pandang yang diikat simpul.
Kemudian siapkan 1 genggam kacang tanah sangrai yang telah dibuang kulitnya 50 gram kacang hijau rebus, 1 lembar roti tawar gandum yang dipotong dadu, kolang-kaling yang telah direbus, serta sejumput garam.

Rebus air hingga mendidih.
Masukkan jahe, serai, dan daun pandan. Masak hingga aromanya keluar.
Tambahkan gula merah dan garam. Aduk-aduk hingga semua bahan tercampur merata atau gula larut.
Saring airnya untuk memisahkan jahe, serai, dan daun pandan.
Tempatkan air rebusan tersebut dalam sebuah wadah.
Tambahkan toping seperti kacang tanah sangrai, kolang-kaling, dan roti tawar. Sekoteng siap dinikmati selagi hangat.
Cara penyimpanan

Menurut buku "Panduan Mudah Budidaya Jahe Merah" yang ditulis oleh Ira Septa Ningrum (2019), rimpang jahe, terutama yang dipanen pada umur yang masih muda, tidak bisa bertahan lama disimpan di gudang. Oleh karena itu, usahakan mengolahnya sesegera mungkin agar tetap layak dikonsumsi. Untuk mendapatkan rimpang jahe yang berkualitas, jahe dipanen pada umur tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua. Anda juga bisa membelinya di pasar dalam bentuk berbagai olahan, seperti jahe kering, awetan kering, jahe bubuk, minyak jahe, hingga oleoresin jahe.

Sementara menurut Hello Sehat, simpan jahe di tempat kedap udara, seperti topes atau membungkusnya dalam kantong kertas atau kain kering. Agar kesegarannya terjaga, simpan jahe dalam lemari pendingin, di tempat bagian penyimpanan sayur. Sisa jahe cincang juga bisa disimpan di dalam freezer supaya tetap segar ketika akan diolah menjadi bahan masakan.

Lalu, bagaimana menentukan jahe yang masih berkualitas baik? Jahe berkualitas baik akan memberikan manfaat yang optimal. Tandanya adalah memiliki kulit mengkilap dan bertekstur halus. Jahe yang sudah mengkerut artinya sudah tidak segar dan bakal memengaruhi cita rasa makanan atau minuman yang nantinya akan diolah. Jahe yang kualitasnya masih baik juga punya aroma pedas yang segar ketika dicium.

 

Sumber : https://bangka.tribunnews.com/2021/10/11/mampu-atasi-asam-urat-iji-6-manfaat-jahe-merah-yang-tak-banyak-diketahui?

Bagian Postingan Ini

Komenetar (0)

Tinggalkan komentar